Monday, October 21, 2013

MEMBANGUN & MENGEMBANGKAN ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN

  Di Indonesia tampaknya masalah penerapan etika perusahaan yang lebih intensif masih belum dilakukan dan digerakan secara nyata. Pada umumnya baru sampai tahap pernyataan-pernyaaatn atau sekedar  &lservice belaka.  Karena memang enforcement dari pemerintah pun belum tampak secara jelas.

            Sesungguhnya Indonesia harus lebih awal menggerakan penerapan etika bisnis secara intensif terutama setelah tragedi krisis ekonomi tahun 1998. Sayangnya bangsa ini mudah lupa dan mudah pula memberikan maaf kepada  suatu kesalahan yang menyebabkan bencana nasional sehingga penyebab krisis tidak diselesaikan secara tuntas dan tidak berdasarkan suatu pola yang mendasar. Sesungguhnya penyebab utama krisis ini, dari sisi korporasi,  adalah tidak berfungsinya  praktek etika bisnis secara benar, konsisten dan konsekwen. Demikian pula penyebab terjadinya kasus Pertamina tahun (1975), Bank Duta (1990)  adalah serupa. Praktek penerapan etika bisnis yang paling sering kita jumpai pada umumya diwujudkan dalam bentuk buku saku “code of conducts” atau kode etik dimasing-masing perusahaan. Hal ini barulah merupakan tahap awal dari praktek etika bisnis yakni mengkodifikasi-kan  nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis  bersama-sama corporate-culture  atau budaya perusahaan, kedalam suatu bentuk pernyataan tertulis dari perusahaan untuk dilakukan dan tidak dilakukan oleh manajemen dan karyawan dalam melakukan kegiatan bisnis. Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah  cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakatKesemuanya ini mencakup  bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal)  tidak tergantung
pada kedudukani individu ataupun perusahaan di masyarakat.

      Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan  bisnis seringkali kita temukan & yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
Menurut Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988) yang berjudul Managerial Ethics Hard Decisions on Soft Criteria, membedakan antara ethics, morality dan law sebagai berikut :
1.    Ethics is defined as the consensually accepted standards of behavior for anoccupation, trade and profession
2.    Morality  is the precepts of personal behavior based on religious or philosophical grounds.
3.  Law  refers to formal codes that permit or forbid  certain behaviors and may or may not enforce ethics or morality.

 Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat  tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika kita :

 - Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensi nya.
Oleh karena itu dalam bertindak seseorang  seharusnya mengikuti  cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
- Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuan nya memiliki hak dasar  yang harus dihormati. Namun tindaka ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan  akan  menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
- Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.  Dari pengelompokan tersebut Cavanagh (1990) memberikan cara menjawab  permasalahan etika dengan merangkum dalam 3 bentuk pertanyaan sederhana yakni :
 1.Utility : Does it optimize the satisfactions of all stakeholders ?
 2.Rights : Does it respect the rights of the individuals involved ?
 3.Justice : Is it consistent with the canons oif justice ?

Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini?

            Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya
saing yang tinggi  serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.  Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik,  sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan
konsekwen.

Contoh kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah  pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional, dan telah dibangun lebih dari 80 tahun, menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya
kepemimpinan  para pengelolanya. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut, kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja, karena berkilat belum tentu emas. Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :

1.    Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik
     intern perusahaan maupun dengan eksternal.
 2. Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.
 3. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga
4.    Akan meningkatkan keunggulan bersaing.

            Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing  tindakan  balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sedangkan  perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai  etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja
yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetapdipertahankan.
            Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari
maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus  dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni  dengan cara :
 1. Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct)
 2. Memperkuat sistem pengawasan.
3.    Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.

            Ketentuan tersebut seharusnya  diwajibkan untuk dilaksanakan, minimal oleh para pemegang saham, sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE ( antara lain PT. TELKOM dan PT. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah  terulangnya kasus Enron dan Worldcom.  Kesemuanya itu adalah dari segi korporasi, bagaimana penerapan untuk
individu dalam korporasi tersebut ? Anjuran dari filosuf Immanual Kant
yang dikenal dengan Golden Rule bisa sebagai jawabannya, yakni :
 - Treat others as you would like them to treat you
 - An action is morally wrong for a person if that person uses others, merely as means for 
advancing his own interests.

            Apakah untuk masa depan etika perusahaan ini masih diperlukan ?  Bennis, Spreitzer dan Cummings (2001) menjawab “ Young leaders place great value on ethics. Ethical behavior was identified as a key characteristic of the leader of the future and was thought to be sorely lacking in current leaders.”  Dan kasus Enron pun merupakan pukulan berat bagi sekolah-sekolah bisnis  karena ternyata etika belum masuk dalam kurikulum misalnya di Harvard Business School. Sebelumnya mahasiswa hanya beranggapan  bahwa “ethics as being about not getting caught rather than how to do the right thing in the first place”.

REFRENSI Artikel :

1.    Bennis Warren, Spreitzer Gretchen M, Cummings Thomas, The Future of    Leadership, Jossey-Bass,   
       San Fransisco (2001).
2.    Berenheim Ronald, The Enron Ethics Breakdown, The Conference Board Inc., New York (2001).
3.    Cavanagh, G.F. , American Business Values, 3rd Edition, Prentice Hall, New Jersey ( 1990).
4.    Fusaro Peter C., and Miller Ross M., What Went Wrong at Enron, John Willey & Sons, New Jersey, 
        2002.
5.    www.google.com
6.    http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

Etika Dalam Dunia Bisnis

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi. 

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah 

tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Mengapa ? 
Dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian. 
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah 



1. Pengendalian Diri
Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis".



2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) 
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. 



3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi 
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. 



4. Menciptakan persaingan yang sehat 
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut



5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan" 
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. 



6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi) 
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. 



Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. 
Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu akan dapat diatasi, serta optimis salah satu kendala dalam menghadapi tahun 2000 dapat diatasi. 

Sumber :
N.Nuryesrnan M, Moral dan Etika Dalam Dunia Bisnis, Bank dan Manajemen, Mei/Juni 1996. 
Purba Victor, Hukum Bisnis Dalam Kegiatan Bisnis Para Manajer, Manajemen, 1993. 
Dunia Bisnis, Warta Ekonomi, No. 29, Desember 1994
http://fatihadityaputra25.blogspot.com
http://fe.usu.ac.id/files/Etika%20bisnis%20manajemen-ritha8.pdf

Etika Bisnis Dalam Perusahaan

Etika Bisnis Dalam Perusahaan


Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. Kejujuran yang ekstrim, kemampuan untuk mengenalisis batas-batas kompetisi seseorang, kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. 
Kompetisi inilah yang harus memanas belakangan ini. Kata itu mengisyaratkan sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Banyak yang mengatakan kompetisi lambang ketamakan. Padahal, perdagangan dunia yang lebih bebas dimasa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang juga lebih bebas. 
Lewat ilmu kompetisi kita dapat merenungkan, membayangkan eksportir kita yang ditantang untuk terjun ke arena baru yaitu pasar bebas dimasa mendatang. Kemampuan berkompetisi seharusnya sama sekali tidak ditentukan oleh ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan. Inilah yang sering dikonsepkan berbeda oleh penguasa kita. 
Jika kita ingin mencapai target ditahun 2000, sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika, yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas. 
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll. 
Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi, serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi pada tahun 2000 an dapat diatasi. 

Sumber :

N.Nuryesrnan M, Moral dan Etika Dalam Dunia Bisnis, Bank dan Manajemen, Mei/Juni 1996. 
Purba Victor, Hukum Bisnis Dalam Kegiatan Bisnis Para Manajer, Manajemen, 1993. 
Dunia Bisnis, Warta Ekonomi, No. 29, Desember 1994
http://fatihadityaputra25.blogspot.com/
http://fe.usu.ac.id/files/Etika%20bisnis%20manajemen-ritha8.pdf

Thursday, June 27, 2013

Artikel Media Sosial

Artikel Media Sosial

Kapan Sambangi BlackBerry, Instagram?

Source : Susetyo Dwi Prihadi - detikinet
Jakarta - Situs jejaring sosial berbasis foto dan video pendek, Instagram, terus mengulur waktu untuk hadir di sistem operasi lain seperti BlackBerry dan Windows Phone 8.

Menurut salah satu pendirinya, Kevin Systrom, Instagram tak ingin buru-buru melepas layanan ke selain iOS dan Android. Baginya saat ini adalah bagaimana menentukan prioritas yang utama.

"Kami memang belum ada di Windows Phone dan BlackBerry, mungkin nanti setelah Google Glass," ucap Systrom, seperti dikutip detikINET dari Phone Arena, Rabu (26/6/2013).

Memang Facebook, Twitter dan Path tengah mencoba hadir untuk Google Glass, kendati kacamata pintar itu belum dilepas secara bebas. Agak aneh rasanya, bila Instagram mendahulukan piranti yang belum hadir di pasaran ketimbang yang sudah pasti.

Kecuali kembali ke pernyataan Systrom tadi bahwa pihaknya masih akan memilah platform berdasarkan prioritas.
"Saya tidak mengatakan mereka akan datang dalam waktu dekat. Aku hanya mengatakan bahwa dalam urutan prioritas, cara kita mengevaluasi di mana untuk memperluas platform yang ada. Kami butuh waktu yang sangat lama untuk sampai ke Android," tegasnya.


David Karp, Pendiri Tumblr Si Calon Miliarder
Susetyo Dwi Prihadi - detikinet

Layanan blogging Tumblr sedang menjadi komoditi panas media teknologi sejak akhir pekan lalu. Penyebabnya karena Tumblr sedang dibidik Yahoo dengan angka fantastis.

Seperti diketahui, dewan direksi Yahoo dikabarkan setuju untuk menggelontorkan dana USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 10 triliun untuk mengakuisisi Tumblr.

Akuisisi baru ini tentu saja menghebohkan, bukan karena nilai uang yang ditawarkan, namun Yahoo juga dikabarkan setuju untuk membayarnya secaracash atau tunai!

Bila setuju, startup ini akan masuk ke klub startup kecil yang dibeli mahal, menyusul Instagram yang diakuisisi oleh Facebook dengan nilai USD 1 miliar.

Tumblr memang kondang di internet, tapi mungkin tidak dengan David Karp. Padahal Karp adalah pendiri layanan blogging ini.

Usianya masih muda tapi jalannya terbuka lebar untuk menjadi miliarder baru. Seperti apakah sepak terjang Karp sebelum dan saat menggarap Tumblr.


Sehari, 5 Juta Video Diunggah ke Instagram
Susetyo Dwi Prihadi - detikinet

Jakarta - Kehadiran fitur video pendek di Instagram disambut hangat oleh penggunanya. Dalam sehari, pengguna Instagram setidaknya sudah mengunggah (upload) 5 juta video ke situs jejaring sosial tersebut.

Seperti diketahui, Facebook--pemilik Instagram--menambahkan layanan video berdurasi 15 detik, yang memungkinkan penggunanya bisa menampilkan momen-moment dalam format audio visual.

Menurut perwakilan Instagram mengatakan bahwa hasil 5 juta video yang di-upload dalam sehari itu membuktikan bahwa layanan yang mirip dengan Vine tersebut dapat diterima masyarakat. Demikian seperti dikutip detikINET dariVine, Senin (24/6/2013).

Klaim Instagram ini semakin mantap, setelah layanan tersebut mencapai puncaknya saat pertandingan NBA antara Miami Heat mengalahkan San Antonio Spurs. Dimana terdapat 40 jam video dalam semenit.

Angka-angka awal menunjukkan bahwa Instagram sukses membawa video sharing kepada massa, yang secara historis telah membuktikan tugas yang sulit bagi para pembuat aplikasi lain.

Instagram sendiri sampai saat ini sudah mempunyai anggota 130 juta akun yang tersebar di platform Android dan iOS.

LINE Lampaui 150 Juta Kali Download dalam Dua Tahun

Aplikasi layanan pesan lintas operator semakin diminati banyak pengguna gadget. Diantara beberapa aplikasi, popularitas LINE juga terus meningkat. Kini LINE mengumumkan telah diunduh 150 juta kali dalam kurun 23 bulan.

Angka tersebut diantaranya ada 50 juta sendiri yang diunduh dalam 3 bulan terakhir. Itu artinya aplikasi ini sudah memperoleh 100 juta pengguna pada akhir Januari lalu. Kenaikan jumlah fantastis itu banyak disumbang oleh kawasan Amerika Latin dan Spanyol.

Awalnya, para pengguna ponsel di Spanyol lebih suka memakai aplikasi WhatsApp. Ada 90 persen pangsa pasar yang berhasil direbut oleh aplikasi WhatsApp. Namun dengan strategi pemasarannya akhirnya LINE berhasil menggaet 11 juta pengguna di negara tersebut.

Sebelumnya, Informa juga telah melaporkan bahwa sepanjang 2012 LINE telah mengambil alih porsi SMS di ponsel. LINE sendiri dapat dipakai di platform iOS, Android, Windows Phone, BlackBerry dan Nokia Asha. Aplikasi besutan Jepang itu sudah tersedia dalam 12 bahasa dan kini mulai memasuki pasar Afrika.


WowKeren.com

Resensi Buku

Judul Buku                  : Bank dan Lembaga Keuangan Lain
Penulis                        : Peni Sawitri & Eko Hartanto
Penerbit                      : Gunadarma
Tanggal Terbit             : 2007
Jumlah Halaman          : 333
Jenis Cover                 : Soft Cover
Kategori                     : Ekonomi (Perbankan)
Teks                           : Bahasa Indonesia

Buku ini mencakup pembahasan tentang Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan lain seperti pasar modal, pasar uang, dana pensiun, pegadaian, lembaga pembiayaan yang terdiri dari: anjak piutang, sewa guna usaha, modal ventura, Lembaga Keuangan Pembiayaan Konsumen, serta tambahan tentang Lembaga Internasional.

Kelebihan buku ini sangat jelas hampir seluruh materi perbankan ditampilkan dalam buku ini, sehingga kita dapat membaca semua nya dengan baik, hal lain nya buku ini juga mecantumkan hal-hal mengenai berbagai macam sejarah mengenai lembaga keuangan dengan lengkap dan menarik untuk menambah informasi pembaca.

Kekurangan nya hanya terdapat dalam hal penjilidan halaman buku ini, terlalu rapuh dan gampang terlepas per halaman nya.

Kesimpulan nya buku ini sangat baik untuk pembelajaran mengenai perbankan dan mengenal lebih dalam mengenail semua lembaga keuangan


Wednesday, May 29, 2013

Kalimat Penalaran Deduksi Secara Tidak Langsung

a.     Semua pemain bola harus giat berlatih
Ronaldo adalah pemain bola
Ronaldo harus giat berlatih
b.     Jika tidak ada minuman manusia akan kehausan
Minuman tidak ada
Jadi, manusia akan kehausan
c.      Bapak saya berada di Medan atau Bali
Bapak saya berada di Medan
Jadi, Ayah saya tidak berada di Bali
d.     Yani jujur atau berbohong
Ternyata Yani berbohong
Jadi, Yani tidak jujur
e.      Semua lulusan smk siap untuk bekerja
Gracia  adalah lulusan smk
                   Jadi, Gracia siap untuk bekerja

Kalimat Penalaran Deduksi Secara Langsung

a.     Semua  gula rasanya manis. ( premis )
Semua sebagian yang manis adalah gula. ( simpulan )
b.     Tidak sebuah mobil pun adalah motor (premis)
Tidak sebuah motor pun adalah mobil (simpulan)
c.      Semua manusia bernafas melalui paru-paru (premis)
Tidak satu pun manusia bernafas tidak melalui paru-paru (simpulan)
d.     Tidak satu pun kucing adalah gajah (premis)
Semua kucing adalah bukan gajah (simpulan)
e.      Semua mahasiswa Gunadarma memliki KTM (premis)
Tidak satu pun mahasiswa Gunadarma tidak memilki KTM (simpulan)

Tidak satu pun yang tidak memiliki KTM adalaah mahasiswa Gunadarma (simpulan)